Yang Unik Menawan Hati

Yang Unik Menawan Hati

Andy Chandra mendapatkan 2 keuntungan: memiliki Operculicarya pachypus dan berkelamin betina.

Pehobi tanaman hias di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Andy Chandra, terpikat Operculicarya pachypus. “Seperti bonsai dengan batang bergelombang,” kata Andy yang memperoleh tanaman itu melalui lelang daring alias online pada 17 Juni 2012. Lembaga lelang di Eropa membuka harga sekitar Rp2-juta untuk pachypus setinggi 45 cm.

Andy dan peserta dari mancanegara berlomba mengajukan penawaran terbaik selama lelang yang berlangsung 2 pekan. Pihak lelang akhirnya menetapkan Andy sebagai pemenang setelah bersaing ketat dengan peserta lelang lain dari Indonesia dan Thailand. Tanaman itu tiba di rumah Andy pada Juli 2012.

Dua bulan berselang, tanaman anggota famili Anacardiaceae itu berbunga. Dewi Fortuna sedang memihak Andy. Bunga yang muncul betina. Ia yakin itu bunga betina karena tidak memiliki tangkai putik. Bunga berukuran kurang dari 1 cm itu berwarna hijau kekuningan.

Langka

Tanaman yang ditemukan oleh Urs Eggli pada 1995 itu tergolong langka. Jurnal kaktus dan sukulen di Australia, “Spinette”, edisi Mei 2012 menyebut Operculicarya tanaman langka. Pantas jika Andy amat girang memperoleh tanaman asli Madagaskar itu. “Saya sangat beruntung memiliki O. pachypus betina,” kata Andy. Selama ini mayoritas yang dijual tanaman jantan, sedangkan betina amat jarang.

Harap mafhum, perbanyakan tanaman kerabat jambu mete itu harus secara generatif atau dengan biji. Oleh karena itu bila bisa memiliki O. pachypus betina berarti memiliki induk yang akan “melahirkan” keturunan-keturunan baru. Menurut Andy harga tanaman betina, 3-4 kali lebih tinggi ketimbang jantan. Meski menjadi tanaman kesayangan, ia tak sungkan melepas caudiciform-tanaman dengan bentuk pangkal batang dan akar gembung-dengan harga pantas.

Koleksi caudiciform Andy bukan hanya O. pachypus. Pada November 2012 ia juga mendatangkan Sesamothamnus guerichii. Andy membeli tanaman itu secara daring dari nurseri di Amerika Serikat. Ia kesengsem pada tanaman anggota famili Pedaliaceae itu lantaran bersosok unik. Keunikan itu tampak pada bentuk dan susunan cabang berduri serta daunnya kecil mengumpul di tengah mengarah ke atas.

Tanaman asal Namibia itu semakin istimewa karena terlihat menyatu dengan pot hitam berbentuk persegi enam. Menurut Andy saat ini di Indonesia kemungkinan pemilik tanaman yang ditemukan oleh Eileen Adelaide Bruce pada 1953 itu hanya dirinya. “Saya dapat kabar seorang teman juga memiliki tanaman serupa, tapi saya belum memeriksa kebenaran berita itu,” ujar pengusaha kerupuk bawang dan kentang itu.

Aneh

Yang tak kalah menarik ialah Pterodiscus luridus. Andy mendatangkan tanaman anggota famili Pedaliaceae itu pada Desember 2012. Ia membeli tanaman asal Afrika Selatan dari nurseri di Amerika Serikat melalui lelang daring. Pehobi itu terpikat P. luridus karena bentuknya unik. Harganya? Andy menyebut seharga komputer jinjing merek terkenal. Menurutnya harga itu cukup tinggi untuk sosok aneh tanaman yang ditemukan oleh Joseph Dalton Hooker pada 1869.

“Hanya hobiis tanaman hias saja yang rela merogoh kocek lumayan dalam. Jika orang lain, dilirik pun mungkin tidak,” ujar Andy. Menurutnya tanaman itu mirip hewan aneh, jelek, dan lucu. Kaudeks tanaman asal Afrika Selatan itu mirip tentakel gurita dengan bagian kepala mendongak. Caucidiform lain milik Andy adalah Bursera fagaroides yang kulit batangnya terkelupas. Sebutan genus itu mengacu pada nama botanis Jerman, Joachim Burser (1583-1649).

Andy juga memperoleh anggota famili Burseraceae itu dari pembelian daring. Andy terpikat karena bentuknya unik, mirip bonsai. Ia keranjingan mengoleksi puluhan tanaman berbatang gendut itu sejak 2007. Saat ini Andy memiliki 50 caudiciform. Beberapa koleksinya seperti Fockea edulis dan Euphorbia decidua sudah terjual.

Fockea edulis anggota famili Apocynaceae itu berkaudeks bulat dan pertumbuhannya relatif cepat. Pada umur 3 tahun diameter kaudeks 7 cm. Uniknya bonggolnya dapat dikonsumsi. Masyarakat Afrika Selatan dahulu mengonsumsi bonggol kerabat adenium itu. Sementara Euphorbia decidua yang diperoleh dari Thailand berkaudeks persis botol. Daun kerabat singkong itu unik: panjang dan melintir. “Jenis itu lambat sekali tumbuh dan langka,” tutur Andy.

Rawat Caudiciform

Menurut Andy merawat caudiciform gampang-gampang susah. Tanaman yang dibeli dari luar negeri datang tanpa media, hanya berbentuk bonggol. Kondisi tanaman beragam. Ada yang berdaun, rusak, bahkan ada yang mati kering. Hal pertama yang dilakukan Andy saat tanaman datang ialah menumbuhkan akar. Ia memberikan obat penumbuh akar. Fungisida pun diberikan pada bagian tanaman yang luka. Itu untuk menghindari serangan jamur. Andy menggunakan media tanam berupa pasir malang dan perlite. Sebab media tersebut lebih porous sehingga lebih cepat kering. Penyiraman pun dilakukan 2-3 minggu sekali. Caudiciform menyukai kondisi tersebut karena sejatinya habitat tanaman itu di gurun.

Pengalaman Andy pun menunjukkan penggunaan kedua media itu membuat tingkat keberhasilan hidup tanaman hingga 80%. Sementara pemilihan pot disesuaikan sosok tanaman. Yang terpenting pot tidak terlalu besar. Andy menempatkan tanaman sesuai kondisinya. Jika tanaman sehat, Andy meletakkan koleksinya di bawah terik matahari. Sementara tanaman kurang fit berada di bawah naungan. Bila hujan Andy memindahkan koleksi caudiciform ke tempat bernaung. Semua perawatan tersebut membuat caudiciform tampil prima.

Login

Dapatkan GRATIS ongkir untuk tujuan pengiriman pulau Jawa dengan pembelian minimum Rp 300,000 Tutup

Contact Person WhatsApp saya