Rival Radang Usus

Rival Radang Usus

Akhiri derita peradangan usus dengan temumangga.

Kebiasaan Dyah Sulistyowati mengonsumsi makanan pedas dan berpengawet memicu masalah di organ pencernaannya. “Saya mengidap gangguan mag,” ujar perempuan kelahiran 10 Agustus 1955 itu. Namun, hal itu tak membuatnya jera. Semangkuk bakso atau mi ayam lengkap dengan saus, sambal, dan serbuk lada menjadi makanan favoritnya untuk menghilangkan lapar.

Padahal aktivitas Dyah pada masa kuliah sangat padat. Selain menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, perempuan kelahiran Yogyakarta itu juga mesti bekerja untuk membantu perekenomoian keluarga. Puncaknya pada suatu pagi pada awal 2011, Dyah mengalami pendarahan hebat. Sang suami, Heri Sugianto lantas membawanya ke rumah sakit di kota Yogyakarta.

Temumangga
Setelah menjalani uji laboratorium, angka laju endap darah (LED) Dyah mencapai 55 mm pada jam pertama. Padahal normalnya angka itu kurang dari 20 mm per jam pertama. Laju endap darah adalah kecepatan sel-sel darah merah mengendap di dalam tabung uji untuk memantau keberadaan radang atau infeksi di dalam tubuh. Sudah begitu, pemeriksaan air kemih menunjukkan adanya darah.

Dari hasil pemeriksaan itu, dokter mendiagnosis Dyah terkena radang usus akut. “Ada 3 titik peradangan di usus saya,” ujar Dyah. Sejak terdiagnosis menderita radang usus, Dyah kerap gemetar dan berkeringat dingin. “Padahal saya tidak melakukan apa-apa,” ujar mantan penari kraton itu. Gejala itu biasanya muncul menjelang magrib. Menurut dokter di Poli Penyakit Dalam Rumahsakit Pusat Pertamina, dr Asep Saepul Rohmat SpPD FINASIM, ada banyak pemicu radang usus.

“Bisa dari makanan-makanan bercitarasa tajam seperti makanan pedas atau beralkohol. Namun, bisa juga akibat infeksi bakteri, cendawan, dan virus,” tuturnya. Gejalanya antara lain sakit perut atau diare. Radang usus akut membuat pasien mengalami pendarahan, seperti yang dialami Dyah. Penanganannya dengan memperbaiki stamina pasien terlebih dahulu. “Jika terjadi pendarahan dan hemoglobinnya turun, maka kadar hemoglobinnya dahulu yang harus ditingkatkan,” ujar dr Asep.

Penderita radang usus juga harus sering mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayuran dan buah. Pada Oktober 2014, Dyah mengikuti arisan rukun tetangga dan bertemu tetangganya yang menyarankan untuk mengonsumsi kapsul herbal temumangga. Namun, ia tidak langsung percaya dan mencari tambahan informasi dari berbagai literatur, rekan, dan kerabat. Setelah yakin, baru pada Januari 2015 Dyah rutin meminum herbal itu sebanyak 3 kapsul sehari.

Kapsul temumangga itu hasil racikan pengajar di Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana, Yogyakarta, Prof Dr Dwiyati Pujimulyani, MP. Peneliti Curcuma mangga sejak 2001 itu membuat kapsul dari 100% rimpang temumangga segar yang dikeringkan lalu dibuat serbuk dan dimasukkan ke dalam kapsul. “Setiap kapsul mengandung 100 mg temumangga,” ujar Prof Dwiyati.

Menurut Prof Dwiyati, temumangga berkhasiat memperbaiki inflamasi atau peradangan. “Selain mengandung kurkumin, temumangga kaya polifenol. Kadar polifenol temumangga lebih tinggi dibandingkan kunyit,” ujarnya. Senyawa terakhir itu yang menurutnya sangat berperan melawan penyakit radang.

Login

Dapatkan GRATIS ongkir untuk tujuan pengiriman pulau Jawa dengan pembelian minimum Rp 300,000 Tutup

Contact Person WhatsApp saya