Pasar Incar Kroton

Pasar Incar Kroton

Bisnis puring di Indonesia timur.

Galuh Fajar masih yunior dalam bisnis puring. “Saya berdagang puring belum genap dua tahun,” ujarnya. Namun, siapa sangka bila omzet pemuda 26 tahun itu minimal Rp40-juta, hasil penjualan 80 batang puring setiap bulan ke kota Sorong, Provinsi Papua. “Sebenarnya, jumlah pesanan dua kali lipat tetapi pasokan barang terbatas,” ujarnya. Puring yang dikirim seperti kipas dewa, sembodro, dan maron.

Pedagang puring di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, itu membanderol tanaman ukuran 40 cm berkondisi prima Rp500.000. Galuh tidak mengebunkan sendiri tanaman anggota keluarga Euphorbiaceae itu. “Butuh lahan dan persiapan yang matang untuk berkebun puring,” ujarnya. Ia menuturkan untuk melayani permintaan pelanggan masih mengandalkan stok dari pekebun setempat.

Geliat
Mengandalkan pasokan dari pekebun lain acap kali mengundang masalah. “Masalah muncul ketika stok puring di pekebun menipis sementara permintaan barang terus mengalir,” katanya. Akibatnya, ia hanya mampu memenuhi separuh dari total pesanan. Peluang bisnis puring memang menggiurkan, tetapi ketersediaan barang bisa menjadi kendala. Fajar tak sendirian mencecap laba bisnis Codiaeum variegatum itu.

Pemilik kios bunga Barokah di Kota Batu, Kurniawan Novarianto, menuturkan bisnis Codiaeum variegatum masih berdetak bahkan melaju kencang sejak 3 tahun belakangan. “Pasarnya sangat luas mencakup berbagai lapisan konsumen mulai dari rumah tangga, pedagang, perancang taman, hingga kolektor,” ujar Nova, sapaannya. Apalagi, harga puring sekarang terjangkau sehingga semua lapisan masyarakat bisa menikmati.

Login

WhatsApp chat WhatsApp saya