Pacar Air Musuh Kanker

Pacar Air Musuh Kanker

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) menyatakan 9-juta orang meninggal karena kanker pada 2015. Jumlah itu akan melonjak menjadi 11,4-juta kematian pada 2030. Serangan kanker lebih tinggi daripada serangan peyakit lain seperti tuberkulosis, human immunodeficiency virus (HIV), dan malaria yang menyebabkan kematian. Lembaga itu juga mengungkap, tiap tahun serangan kanker meningkat 6,25-juta penderita.

Dua per tiga kasus itu berasal dari negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu jenis kanker yang amat mematikan adalah kanker payudara. Kanker yang menyerang sistem pertumbuhan sel di dalam jaringan payudara itu menjadi momok perempuan. Menurut dokter spesialis penyakit dalam di rumahsakit dr Sardjito, Yogyakarta, Prof Dr dr Nyoman Kertia SpPD-KR, gejala kanker payudara munculnya benjolan kecil pada payudara.

Periksa sendiri
Nyoman Kertia mengatakan, benjolan itu lama-lama membesar. “Biasanya tidak diikuti nyeri,” ujar guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu. Menurut Nyoman, seorang perempuan bisa mendeteksi kanker payudara dengan pola “Sadari” atau periksa payudara sendiri. Caranya dengan mengamati ada benjolan di salah satu bagian payudara, apa ukurannya sama, dan apakah posisi puting lurus.

“Kalau puting tidak lurus dikhawatirkan ada benjolan di dalamnya yang membuat posisi puting tidak normal,” ujar dr Nyoman. Penyebab kanker payudara di antaranya dari faktor keturunan dan faktor lingkungan. “Faktor keturunan bisa sampai sekitar 40%,” tutur dr Nyoman. Sisanya faktor lingkungan yang mendukung terbentuknya radikal bebas dalam tubuh, seperti polusi udara dan mengonsumsi makanan karsinogenik.

Untuk mengobati penyakit kanker payudara stadium awal, dokter melakukan operasi, kemoterapi, dan penyinaran. Menurut Nyoman jika benjolan telanjur besar, dokter hanya melakukan kemoterapi dan sinar serta tidak mengoperasi karena kanker itu menyebar ke mana-mana. Kalau sudah menyebar, kian susah ditangani. Itulah sebabnya “Sadari” menjadi wajib bagi perempuan. “Ada benjolan kecil saja harus segera waspada,” ujar dr Nyoman.

Agar terhindar penyakit kanker payudara terutama bagi perempuan yang memiliki orang tua atau keturunan kanker payudara, menjaga kesehatan amatlah penting. “Harus menjaga kebersihan payudara dan mengonsumsi makanan-makanan tinggi antioksidan seperti buah dan sayur-mayur. Hindari makanan berkarsinogen seperti bagian gosong pada satai,” ujar Nyoman.

Pacar air
Alam menyediakan tanaman berkhasiat yang membantu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Itulah hasil riset Emma Rahmawati dan Annisa Farida Muti keduanya dari Pogram Studi Farmasi, Universitas Muhammadiyah Malang dan Sukardiman dari Program Studi Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya. Mereka meneliti khasiat pacar air untuk menghambat aktivitas sel kanker payudara T47D.

Selama ini pacar air Impatiens balsamina sohor sebagai tanaman hias. Anak-anak lazim memanfaatkan bunga tanaman anggota famili Balsaminacecae itu untuk mewarnai kuku. Tanaman hias itu ternyata juga berkhasiat sebagai antikanker payudara. Emma dan rekan membuktikan, ekstrak n-heksana pacar air memiliki nilai IC50 sebesar 97,493 µg per ml, sedangkan ekstrak metanol herba pacar air memiliki nilai IC50 sebesar 295,359 µg/ml.

Menurut National Cancer Institute (NCI) suatu ekstrak dinyatakan aktif memiliki aktivitas antikanker bila memiliki nilai IC50 kurang dari 30 µg/ml, moderate aktif apabila memiliki nilai IC50 lebih dari sama dengan 30 µg/ml hingga kurang dari 100 µg/ml, dan termasuk tidak aktif jika nilai IC50 lebih dari 100 µg/ml. Berdasarkan standar itu, ekstrak n-heksan pacar air termasuk moderate aktif terhadap sel kanker payudara T47D.

Pada penyujian senyawa kimia, terbukti pula tanaman anggota famili Pacar-pacaran itu mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid. Dua senyawa itu berperan besar dalam menghambat pertumbuhan sel kanker T74D. Menurut Emma Rahmawati senyawa-senyawa yang terkandung di dalam tanaman pacar air secara umum berkhasiat sebagai antiinflamasi, analgesik, antikanker, dan peluruh haid.

Selain itu daun pacar air juga berkhasiat melancarkan peredaran darah dan mampu melunakkan benjolan yang keras. Pantas masyarakat juga memanfaatkan daun pacar untuk menghilangkan kutil. Herbalis di Kotamadya Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto, menggunakan bunga pacar air untuk melunakkan benjolan yang keras itu. “Sebagai deteksi dini pula untuk penyakit kanker payudara,” ujar Wahyu.

Dengan bunga pacar air, seorang perempuan dapat mengetahui benjolan yang terdapat pada payudaranya itu termasuk kanker atau mastitis. Yang disebut terakhir merupakan penyakit peradangan payudara akibat infeksi. Caranya ambil segenggam bunga pacar air lalu tumbuk halus. Balurkan pada benjolan di payudara. Lakukan hal itu sebelum tidur setiap malam selama sebulan.

“Jika sebulan setelahnya benjolan itu melunak dan berkurang bisa dikatakan itu hanya penyakit mastitis. Namun jika setelah sebulan benjolan tetap keras apalagi cenderung membesar, segera periksa ke rumah sakit karena ada kemungkinan tumor,” ujar Wahyu. Untuk membantu penderita kanker payudara, Wahyu Suprapto menggunakan ramuan majemuk atau campuran beberapa herbal.

Ia memanfaatkan campuran 20 g serbuk daun tapak dara Catharanthus roseus, 20 g umbi bidara upas Merremia mammosa, 40 g rimpang kunyit putih Curcuma alba, dan 20 g rimpang temumangga Curcuma mangga. Setelah semua bahan tercampur, ambil 1 sendok makan ramuan itu lalu rebus dengan dua gelas air dan sisakan 1 gelas. Minum ramuan itu sehari dua hingga tiga kali. “Semua bahan itu bersatu padu dan bersinergi untuk menghambat kanker payudara,” ujar Wahyu Suprapto.

Login

Select your currency
WhatsApp chat WhatsApp saya