Nutrisi Baru Mata Naga

Nutrisi Baru Mata Naga

Nutrisi terbaik dari bahan organik.

Impian Bambang Suharto untuk segera memanen lengkeng new kristal akhirnya terwujud. Pada Desember 2014, sebanyak 22 pohon lengkeng varian anyar itu berbuah lebat. Dari setiap ujung tajuk bergelayut dompolan buah bewarna cokelat. Setiap pohon rata-rata menghasilkan 10—15 kg buah. Total jenderal hasil panen dari pohon yang pertama kali berbuah itu mencapai 230 kg.

Pekebun di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, itu berujar, “Ini panen perdana. Hasil panen selanjutnya pasti lebih tinggi sebab tanaman semakin dewasa.” Ia optimis sebab umur pohon baru 2 tahun. Kesuksesannya membuahkan kerabat rambutan itu juga patut diacungi jempol. Pasalnya ia mengebunkan lengkeng di dataran rendah. Kerabat rambutan itu ditanam dengan jarak 7 m x 7 m. Penampilannya menarik dengan tinggi 2 m dan tajuk menjuntai.

Mikro
Bambang mendatangkan bibit new kristal hasil perbanyakan okulasi. Ayah 3 anak itu membenamkan 100 kg pupuk kandang per lubang tanam. Pemberian pupuk kandang berikutnya setiap 4 bulan dengan dosis 40 kg per pohon. Pada tahun kedua setelah tanam, ia mempercepat pembungaan menggunakan nutrisi organik berbahan mikrob berupa bakteri lignolitik, selulotik, pectinovora, dan cythopaga.

Alumnus Universitas Brawijaya itu memberikan nutrisi itu 6 kali setiap 3 hari. Pada aplikasi pertama konsentrasinya 10 ml per liter air dan meningkat 10 ml hingga aplikasi terakhir. Sejatinya Bambang menanam 602 pohon new kristal di lahan seluas 20 ha. Namun, hanya 22 pohon yang diuji coba untuk dibuahkan sebab terhalang kemarau panjang. Pengusaha hasil bumi itu memilih pohon yang berbatang besar dan sehat.

Nutrisi itu racikan Prof Dr Ir Indah Prihatini MP dari Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang. Ia menuturkan mikrob yang terkandung di dalam nutrisi itu mampu mendegradasi senyawa sintetis menjadi bahan organik sebagai sumber makanan. “Pasokan yang makanan berlimpah membuat populasi mikrob berkembang pesat,” ujarnya.

Kehadiran jasad-jasad renik mampu memperbaiki tanah menjadi gembur dan subur. Dampaknya asupan hara pada tanaman menjadi lebih cepat. Aplikasi pada mata naga—sebutan lengkeng di Tiongkok—terbukti mampu mempercepat tanaman menuju fase generatif. “Perubahan daun muda ke tua lebih singkat menjadi 18 hari. Lazimnya, butuh waktu hingga 58 hari,” ujar Indah. Setelah pemberian nutrisi keenam diberikan, daun-daun tua pun muncul.

Yos Sutiyoso, ahli pupuk di Jakarta menuturkan kondisi tanaman yang seluruh daunnya hijau tua menandakan rasio karbon dan nitrogen (C/N ratio) tinggi. Artinya, tanaman siap menghadapi fase generatif. Pada saat itulah, Bambang menaburkan potasium klorat (KClO3) murni untuk memacu pembuahan sebanyak 125 gram per pohon.

Selang 25 hari, new kristal mulai mumcul bakal bunga. Pada saat itu, Bambang menaburkan 250 gram NPK 15:15:15. Ia mengulang pemberian NPK berimbang itu dengan dosis lebih tinggi 300 gram per pohon saat bunga mekar dan memberikan 50 kg pupuk kandang sebulan kemudian. Buah siap panen sekitar 80 hari berikutnya.

50 kg per pohon
Prakoso Heryono menuturkan new kristal bersifat genjah sehingga dapat dibuahkan pada umur 2 tahun. “Lazimnya lengkeng mulai dibuahkan pada umur 3—4 tahun,” ujar penangkar bibit dan konsultan kebun itu. Keunggulan lain new kristal adaptif di berbagai tempat. Pekebun di Kabupaten Magelang dan Batang—keduanya di Jawa Tengah serta Pasuruan (Jawa Timur) membuktikan new kristal dapat tumbuh dan berbuah lebat.

“Pemberian perangsang mutlak diperlukan sebab new kristal tergolong lengkeng dataran tinggi,” ujar Prakoso. Isto Suwarno, pekebun lengkeng di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, berhasil memanen 50—70 kg buah per pohon dari berumur 3 tahun. Isto menjulukinya itoh super sebab lebih gampang diingat konsumen. “Pupuk dan perangsangan yang tepat membuat itoh super banjir buah,” ujarnya.

Sejatinya ia menanam 100 bibit dengan jarak tanam 6 m x 6 m pada Maret 2012, tetapi pembuahan dilakukan bertahap. Pria berusia 56 tahun itu membenamkan 25 kg pupuk kandang setiap 4 bulan dan mulai melakukan perangsangan saat tanaman berumur 28 bulan. Ia memberikan 3 paket pupuk. Paket pertama terdiri atas NPK 15:10:32 dan unsur mikro seperti MgO.

Paket kedua mengandung asam amino. Di dalam paket ketiga terdapat unsur makro sekunder, unsur mikro EDTA, dan vitamin. Isto mencampur 75 gram paket A, 100 cc paket B, dan 50 cc paket C bersama 15 liter air. Isto menyiramkan sepertiga larutan itu di pangkal batang, sisanya di bawah tajuk. Perlakuan cukup satu kali. Sebelum aplikasi, ia membuka sedikit lapisan tanah agar kandungan hara di dalam pupuk cepat diserap akar.

Sejak 40 hari pascapemupukan, bunga muncul di ujung tajuk dan siap panen 5 bulan berikutnya. Isto menjual hasil panen itu dengan harga Rp40.000 per kg. Total jenderal ia memperoleh pendapatan Rp30-juta—Rp42-juta dari 15 pohon itoh super yang berbuah pada Desember 2014 saat tanaman berumur 33 bulan.

Login

WhatsApp chat WhatsApp saya