Menumbuhkan Lumut untuk Bonsai

Bonsai sering ditampilkan di atas hamparan laut, agar terkesan asli seperti di alam. Masalahnya, lumut ini tidak bias tumbuh setiap saat, apalagi di musim kemarau. Namun Nursalim, pebonsai dari Tangerang, punya cara khusus

Biasanya menjelang pameran, pemilik bonsai berusaha menampilkan bonsainya dalam kondisi prima dan benar-benar menyerupai keadaan aslinya di alam. Batangnya berkesan tua serta berlekuk-lekuk, mirip dengan lekuk-likunya pohon besar yang tumbuh di alam. Kesan alami ini bisa dimunculkan dengan adanya lumut-lumut yang tumbuh di pangkal atau di bawah batang dan media tumbuhnya.

Masalahnya, pameran bisa dilakukan kapan saja, tetapi lumut tidak bisa tumbuh setiap saat. Khususnya pada musim kemarau, lumut yang tumbuh bagus jarang dijumpai. Berawal dari kendala itulah, Nursalim mencoba ‘menanam’ lumut yang siap pakai saat diperlukan.

Dengan kasa nyamuk dan batubata

Dari pengamatan Nursalim, pada musim kemarau lumut banyak dijumpai tumbuh di tepi-tepi selokan, di atas batubata atau karang yang selalu basah atau lembap. Oleh sebab itu Nursalim mencoba menumbuhkan lumut dengan media pasir dan bubuk batubata. Lalu ia memodifikasi lingkungan sehingga cocok untuk pertumbuhan lumut.

Mula-mula di atas tanah datar yang sejuk dan lembap ia hamparkan kasa nyamuk (terbuat dari plastik) berukuran satu meter persegi. Lalu pasir ditebarkan setebal kira-kira 1 cm di atasnya. Sedangkan lapisan paling atas adalah bubuk batubata setebal setengah sentimeter.

Supaya tetap lembap penyiraman dilakukan setiap hari. Media pasir dan batubata itu disiram air secukupnya, dan untuk merangsang tumbuhnya lumut media itu juga disiram larutan Atonik, dengan dosis sesuai label. Interval pemberian Atonik dua kali seminggu.

Satu bulan kemudian biasanya akan muncul bercak-bercak hitam berlendir di atas permukaan media, itulah tandanya lumut telah tumbuh. Saat itu sebaiknya pemberian Atonik dihentikan, tetapi penyiraman tetap dilakukan setiap hari. Sebaiknya bagian atas media ditutup lagi dengan sehelai kasa nyamuk, tetapi tidak menempel, agar hawa tidak panas dan sinar matahari hanya 40% saja. Penyiraman pun sebaiknya menggunakan handsprayer yang menghasilkan siraman halus, supaya tidak merusak lumut yang baru tumbuh.

Dua bulan siap dipanen

Bila lingkungan tumbuh lumut sudah sesuai, khususnya kelembapannya, maka dalam waktu 2-4 minggu setelah muncul tanda-tanda tadi, lumut akan tumbuh cepat dan bagus. Sehingga dalam waktu dua bulan kita sudah bisa mendapatkan lumut yang dibutuhkan dan siap digunakan.

Lumut hasil peliharaan itu bisa langsung diambil untuk ditempel di bawah batang bonsai atau media atau lansekap bonsai yang dikehendaki. Untuk menempelnya sebaiknya digunakan tanah lempung sebagai lem. Caranya, tanah lempung diaduk, dibuat seperti bubur, lalu dioleskan pada karang atau pangkal batang yang akan ditempeli lumut. Pada saat lempung masih basah itulah lumut ditempelkan di atasnya. Bonsai yang baru ditempeli lumut itu harus diletakkan di tempat yang agak teduh, selama 1-2 hari, agar lumutnya bisa benar-benar menempel. Sementara itu tanaman tetap disiram setiap hari untuk menjaga kelembapan, hingga kesuburan lumut tetap terjaga.

Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Lost your password?