Lidah Buaya Atasi Radang Lambung

Lidah Buaya Atasi Radang Lambung

Aktivitas Ahrish Hidayah sangat padat hingga kerap terlambat makan. “Perut saya sering begah, asam lambung juga naik hingga mulut terasa pahit,” ujar Ahrish yang gemar mengonsumsi makan-makanan instan sejak kuliah. Jika gangguan kesehatan itu datang, warga Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu harus menghentikan aktivitas. Untuk mengatasi penyakitnya, Ahrish meminum obat antimag yang tersedia di warung dekat kos-kosan.

Sayangnya, penyakit itu tak kunjung sembuh malah semakin parah. “Tidur menjadi gelisah dan tidak nyaman, makan pun jadi tidak enak,” ujarnya. Obat antimag itu juga sudah tidak mempan. Padahal, hampir tiap hari, Ahrish mengonsumsinya seperti permen. Itulah sebabnya ia memutuskan untuk berobat ke dokter umum di kampus. “Kata dokter, saya terkena radang lambung,” ujar alumnus Universitas Airlangga, Surabaya, itu.

Ahrish mengalami gangguan kesehatan itu sejak 1997 saat menyelesaikan studi strata satu di Surabaya, Jawa Timur. “Hampir setiap bulan selalu kambuh dan semakin parah hingga kata dokter saya sudah terkena infeksi pada lambung. Maka dokter memberikan obat antibiotik juga,” ujarnya. Menurut dokter spesialis penyakit dalam di Jakarta, dr Asep Saepul Rohmat SpPD, gejala radang lambung atau gastritis meliputi rasa sakit di ulu hati.

Rasa sakit itu kemudian menjalar ke sebelah kanan atau kiri lambung, merasa sebah, dan banyak sendawa. “Penyebab radang lambung ada dua faktor yaitu faktor agresif dan faktor defensif,” ujar dr Asep. Faktor agresif berasal dari luar lambung seperti cairan empedu dan asam lambung itu. Makan-makanan yang sering merangsang seperti makanan pedas, asam cuka, alkohol, dan kuman helikobakter turut menyumbang faktor agresif.

Sementara faktor defensif yaitu pada bagian mukosa lambung termasuk cairan lendir atau asam yang ada pada mukosa. “Ketidakseimbangan faktor agresif dan defensif itu yang akan menyebabkan sakit pada lambung,”kata dr Asep. Ia mencontohkan orang sering terlambat makan menyebabkan asam lambungnya banyak. Dampaknya asam lambung yang merupakan faktor agresif membombardir mukosa sebagai faktor defensif.

Akibat lebih lanjut mukosa kalah. Penanganan kasus radang lambung disesuaikan dengan jenisnya. “Ada dua tipe radang lambung yaitu dispepsia fungsional dan dispepsia ulkus. Dispepsia fungsional memiliki gejala seperti orang sakit mag, tetapi hasil pemeriksaan endoskopi tidak ditemukan kelainan pada lambung alias peradangan ringan. Radang tipe itu harus melibatkan beragam faktor, kebiasaan makan terlambat, jenis makanan yang dimakan, dan faktor psikis seperti stres,” ujar dr Asep.

Tipe radang lambung kedua yaitu dispepsia ulkus. Gejala utamanya sakit dan saat diendoskopi akan ditemukan adanya lecet-lecet sampai korengan pada lambung. “Apalagi kalau ditemukan helicobacter. Maka penanganannya beda-beda. Kalau ada bakteri misalnya, perlu diberi obat antibiotik. Obat mengurangi asam lambung, obat untuk memperbaiki mukosa lambung. Sampai obat untuk menetralisir asam lambung bisa diberikan,” ujar dr Asep.

Jus lidah buaya
Ahrish yang menderita selama 19 tahun memilih lidah buaya untuk mengontrol penyakit radang lambung kronis. “Saat saya rapat dengan warga di sebuah desa, ada seorang bapak menyarankan agar saya mengonsumsi daging tanaman lidah buaya,” ujar Ahrish.

Sepulang dari acara itu, ia mencari informasi lebih banyak mengenai khasiat Aloe vera untuk sakit lambung. “Hampir semuanya berdasar informasi dari mulut ke mulut. Saya belum menemukan orang yang membuktikan sendiri khasiat lidah buaya untuk lambung,” ujar ibu dua anak itu. Namun, karena saat itu penyakitnya sedang kambuh dan ia belum sempat ke dokter, Ahrish akhirnya nekat mengonsumsi daging tanaman yang sohor sebagai penyehat rambut itu.

Ia meminum lidah buaya dengan menambahkan madu dua sendok makan untuk mengurangi rasa pahit (lihat ilustrasi). Ia mengonsumsi jus lidah buaya satu jam sebelum makan sehari tiga kali. “Setelah dua hari konsumsi perut saya langsung terasa dingin,” kata Ahrish.

Ia tidak merasa begah dan rasa pahit akibat asam lambung di tenggorokan hilang. Maka sejak saat itu, Ahrish terbebas dari obat mag yang dijual di warung, rutinitas ke dokter setiap bulan, dan tentu saja rasa sakit pada lambungnya. Herbalis di Tangerang, Lukas Tersono Adi menuturkan lidah buaya memang efektif untuk membantu memperbaiki fungsi pencernaan terutama lambung.

“Syaratnya semua bagian daging lidah buaya termasuk lendirnya juga dikonsumsi,” ujar Lukas. Menurut lelaki kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, itu lidah buaya mampu mengurangi rasa sakit pada lambung sekaligus melapisi dinding lambung agar peradangan tidak bertambah. Cara mengolah lidah buaya menurut Lukas dengan mengonsumsi daging buahnya dalam bentuk segar.

Olah Lidah Buaya
Selanjutnya potong seperti dadu, dan langsung mengunyah bersama satu sendok makan madu untuk untuk mengurangi rasa pahit. Menurut Lukas madu memberikan rasa manis, mempermudah penyerapan khasiat lidah buaya, plus memberikan energi agar maksimal. “Di dalamnya juga tinggi antioksidan yang juga berfungsi untuk mencegah sekaligus mengurangi radang pada lambung,” ujar Lukas.

Menurut alumnus Universitas Diponegoro itu, lidah buaya lebih cocok untuk peradangan akut alias belum sampai mag kronis. Mag kronis butuh penyembuhan yang sifatnya holistik atau menyeluruh dan tuntas, yaitu dengan ramuan bermacam-macam herbal,” ujarnya. Untuk mengatasi gangguan lambung yang kronis, Lukas mengombinasikan 4 tanaman herbal.

Ia menggunakan 100 g rimpang temuputih Curcuma zedoaria, 20 g jombang Taraxacum officinale, 5 g kunyit Curcuma domestica, dan 10 g sambiloto Andrographis paniculata. Rebus semua bahan itu dengan 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1,5 gelas. Minum ramuan itu sehari tiga kali masing-masing setengah gelas. “Minum ramuan itu di pagi hari, siang, dan malam. Atau bisa juga dibagi menjadi dua pada pagi dan malam saja tetapi totalnya dalam sehari tetap 1,5 gelas,” ujarnya.

Minum ramuan itu setelah konsumsi lidah buaya plus madu. Selang waktunya hingga lambung sudah dingin dan mulai membaik atau sekitar setengah hari kemudian. “Temuputih bersifat menenangkan kondisi lambung, jombang menjaga agar pencernaan tidak bergejolak, kunyit bersifat antiseptik, sementara sambiloto bersifat antibiotik,” ujar Lukas. Minum ramuan itu selama sepekan hingga lambung terasa benar-benar sehat.

Login

Select your currency
WhatsApp chat WhatsApp saya