Kelor Multifaedah

Kelor Multifaedah

Ilmuwan Austria, Nikolaus Foidl, yang mengembangkan kelor di Nikaragua, menulis dalam Trees fo Life Journal bahwa sapi potong yang mengonsumsi pakan daun kelor mengalami peningkatan pertambahan bobot harian sampai 32%. Dr Nadir Reyes Sanchez, kolega Nikolaus di Fakultas Ilmu Hewan Universitas Pertanian, Managua, Nikaragua juga mencatat peningkatan produksi susu 43—65% pada sapi perah yang diberi pakan serupa.

Nikolaus Foidl memperkirakan bahwa sehektar kebun kelor yang ditanam rapat dengan jarak antartanaman 10—15 cm menghasilkan 4.400 m3 gas metana—bahan utama biogas rumah tangga—per tahun. Itu hampir 2 kali lipat produksi metana daun bit manis, bahan utama biogas di Nikaragua. Namun, belum ada instalasi biogas di sana yang menggunakan daun kelor sebagai bahan baku.

Peningkatan produksi juga ditunjukkan oleh tanaman yang disemprot larutan air berisi serbuk daun kelor. Tanaman lebih cepat tumbuh dan lebih vigor sehingga tahan serangan hama atau penyakit. Tanaman mempunyai perakaran yang lebih kuat, ukuran buah membesar, dan produksinya meningkat 20—35%. Kelor tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan manusia, ternak, dan tanaman, tetapi sekaligus juga kandidat bahan bakar prospektif.

Login

Dapatkan GRATIS ongkir untuk tujuan pengiriman pulau Jawa dengan pembelian minimum Rp 300,000 Tutup

Contact Person WhatsApp saya