Elok Nian Kaladium Anyar

Elok Nian Kaladium Anyar

Aneka keladi anyar dengan corak daun atraktif.

Tangkai keladi lazimnya hanya menopang satu daun, sehingga tercipta ruang kosong di bawah daun. Keladi seagate tampil unik. Sebuah tangkai menopang dua daun. Daun pertama lebih lebar. Daun kedua lebih kecil hadir di tangkai mampu menutupi kekurangan keladi. Keladi pun terlihat unik dengan kehadiran daun kecil itu. Seagate memiliki daun utama selebar 15—23 cm. Adapun anak daun yang berada di tangkai selebar 6—7 cm. Daun ditopang tangkai setinggi 12—15 cm.

Ketika melihat seagate, keladi unik dari Jawa Timur pada 2014, pehobi di Bogor, Jawa Barat Djojohadi Haristiono Eka Putra langsung terpikat. Tanpa banyak menawar, seagate pun berpindah ke rumah Djojohadi. Menurut pehobi sejak 2013 itu, keladi double leaf menarik lantaran daunnya unik, corak dan warnanya pun menarik. Tanaman anggota famili Araceae itu memiliki perpaduan warna merah dan hitam. Namun, paduan warna itu terus berubah hingga berumur 2 tahun.

Corak beragam

Kini penampilan seagate semakin menawan. Daun enam pasang terlihat rimbun. Djojohadi pun kian terpikat pada double leaf. Ia kembali membeli 3 varietas, masing-masing seharga Rp50.000 per daun. Djojohadi mengoleksi double leaf karena tertarik pada bentuk dan corak warna yang kian banyak macamnya. Ia mengoleksi berbagai macam keladi dengan warna dan ukuran yang berbeda. Koleksinya berumur 3 bulan hingga 2 tahun. Sebanyak 14 jenis lainnya yaitu doreng, garuda, chantika, garuda putih, garuda wisnu kencana, pink moonshine, red kujang, the flame, tombak pusaka, watermelon, double leaf nn-001, nn-002, dan nn-003.

Alumnus Universitas Katolik Parahyangan itu bukan satu-satunya pehobi yang jatuh hati pada tanaman kerabat talas-talasan itu. Pehobi asal Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Dena Sukardi mengoleksi kaladium baru lain dari Thailand yaitu new thai series. Daun utama selebar 8—12 cm. Anak daun selebar 5—7 cm. Sosok daun memiliki perpaduan tiga warna. Hijau di tepi dan putih di seluruh daun, serta dihiasi dengan totol merah. Selain itu, Madeng, sapaan Dena Sukardi juga memiliki jenis lain seperti double leaf batik dan lenova.

Djojohadi semula hanya sekadar hobi menyilangkan keladi miliknya. Ia lebih senang memperbanyak kerabat aglanema itu dengan menyilangkan dua jenis tanaman, dibandingkan dengan mencacah umbi. “Kaladium memiliki keunikan warna dan bentuk tersendiri, sehingga tantangan bagi saya untuk mengoleksi dan mencoba untuk menyilangkannya,” kata pengusaha alat pengeboran minyak itu. Selain itu perawatannya juga mudah dan tidak banyak hama menyerang.

Perawatan
Merawat keladi sejatinya relatif mudah. Pemberian air sepekan tiga kali dengan cara menyemprot dengan sprayer sudah cukup. Alternatif, menggunakan wadah untuk genangan air di bawah pot dapat dilakukan sekali seminggu, agar kelembapan tanaman terjaga. Menurut Adi, penjual keladi di Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, media harus diganti setiap enam bulan sekali. Media yang baik untuk keladi yaitu campuran antara cacahan pakis, andam, dan kompos. “Saya tidak menggunakan tanah karena ingin menjaga tingkat porositas dan menghindari busuk akar,” ujar Adi.

Seperti tanaman lain, tanaman asal Brasil itu juga mengalami dorman atau berhentinya pertumbuhan untuk sementara. Masa peralihan itu sering terjadi pada musim hujan. Keladi yang mengalami masa dorman terlihat layu dan kering. Menurut Djojohadi, “Banyak orang mengira tanaman mati saat berubah warna dan bentuk. Justru itu adalah masa dorman, saat keladi sedang beradaptasi. Biasanya saya membiarkan keladi itu, jika sudah ada sinar matahari maka akan saya jemur sebentar dan mengganti media tanam.” Setelah 3—4 bulan, tanaman keluarga talas-talasan itu akan memunculkan daun kembali.

Login

WhatsApp chat WhatsApp saya