Dibonsai Adenium Tampil Cantik

Sosoknya bak bonsai bergaya sapu terbalik dan menjadi juara kontes Flona 2003 di Lapang Banteng, Jakarta Pusat. Bonggol besar dengan 5 akar mencengkeram, bercabang 13, dan bunga rimbun berwarna merah muda. Adenium dengan sentuhan bonsai seperti itu langka.

Beruntung sebelum kontes, Sasongko memperoleh batang bawah adenium yang bentuknya sesuai untuk dibonsai. Bonggol itu ditemukan di salah satu nurseri di Senayan, Jakarta Pusat. Meski bentuk sudah bagus ia masih perlu dipoles, lantaran posisi salah satu akar menjepit akar lain. Supaya bentuk akar melebar dan mencengkeram, akar pengganggu itu harus dipotong. Padahal dengan cara itu tanaman rawan busuk batang. Toh itu diabaikan. Akar tetap dipangkas dalam 3 tahap dengan interval 1 bulan.

Alhasil, akar terbentuk sempurna nyaris tak terlihat bekas potongan. Setelah itu tanaman disehatkan dengan pupuk dan penyinaran yang cukup. Dua minggu kemudian percabangan diatur dan disambung dengan adenium berwarna merah muda. Selang 3 bulan tanaman tampil cantik dan eksotis. Total waktu yang dibutuhkan sejak dibeli dari pinggir jalan sampai terbonsai sekitar 6 bulan.

Bentuk akar

“Adenium itu tak mudah dibentuk dengan gaya bonsai,” ujar Chandra Gunawan, pemilik Godongijo Nursery. Sebab, batang adenium tidak berkayu. Jadi jika tidak hati-hati saat pembentukan cabang bisa patah.

Untuk membentuk adenium bergaya bonsai diperlukan bonggol besar, kokoh, dan proporsional. Idealnya, bentuk bonggol segitiga sehingga perbandingan antara batang bawah dan atas tampak serasi.

Akar pun turut andil menyumbang keelokan tanaman. Pilih akar yang besar, bentuk lebar, dan mencengkeram. Namun, jangan berkecil hati jika bentuk akar kurang sesuai karena ia masih bisa dibentuk. Cabut bonggol dari medianya, kemudian biarkan seminggu hingga akar lemas. Saat itu akar gampang dibentuk.

Agar bentuk tidak berubah, sebelum ditanam akar diganjal styrofoam. Tanam di pot pendek, setinggi 12—15 cm supaya akar tidak memanjang. Pertumbuhan tanaman optimal, bila media porous. Sasongko menggunakan kotoran ternak, sekam bakar, sekam mentah, dan remahan batu bata dengan perbandingan 1:2:1:1 sebagai media tanam.

Dikawat

Setelah tanaman sehat cabang diatur sesuai selera. Sayangnya tidak semua gaya bonsai bisa diterapkan pada adenium. Lazimnya hanya gaya tegak, formal, dan broom alias sapu terbalik. Tarik cabang sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah itu lilit dengan kawat yang biasa digunakan untuk bonsai. Tujuannya untuk mempertahankan percabangan.

Kawat dilepas jika saat dipegang cabang tidak goyang lagi. Untuk tanaman muda kawat dipasang selama 2 minggu. Tanaman tua bisa lebih dari 2 bulan dan peluang untuk kembali ke bentuk semula juga besar. Itu sebabnya cabang harus ditarik sekuat mungkin.

Selain tanaman asal biji, setek pun cantik untuk bahan bonsai adenium. “Dengan setek, akar lebih banyak dan bentuknya teratur,” ujar pria kelahiran Solo itu. Pangkas akar sepanjang 8—10 cm. Luka bekas potongan diolesi zat perangsang tumbuh. Setelah itu benamkan tanaman di pot pendek. Letakkan tanaman di tempat panas dan hindari pemberian air berlebihan. Hasilnya akar tumbuh serempak, banyak, dan kompak.

Login

Dapatkan GRATIS ongkir untuk tujuan pengiriman pulau Jawa dengan pembelian minimum Rp 300,000 Tutup

Contact Person WhatsApp saya