Berkibar Lewat Industri Benih

Berkibar Lewat Industri Benih

Melon kinanti, adinda, dan legita bercitarasa sangat manis. Tingkat kemanisan melon-melon itu lebih dari 14briks. Tekstur daging buah kinanti renyah, adinda lembut, sedangkan legita legit. Ketiga varietas itu produksi PT Tunas Agro Persada yang menguasai pasar melon eksklusif di Indonesia. Produsen benih hortikultura di Jawa Tengah, PT Tunas Agro Persada, berupaya menjaga kualitas melon.

“Kami tidak mau asal produksi, karena kualitasnya harus dijaga,” kata Direktur Pemasaran PT Tunas Agro Persada, Ir Cipto Legowo. Setiap kali hendak merilis varietas baru, produsen asal Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah itu, lewat divisi Buah Segar menanam benih untuk produksi buah segar. Tujuannya untuk mengenalkan varietas baru. Ia lantas mendistribusikan buah varietas baru itu ke beberapa pasar swalayan multinasional.

Kuasai melon

Permintaan sebuah pasar swalayan mencapai 10 ton melon per pekan. Namun, PT Tunas Agro Persada hanya sanggup memenuhi maksimal 4 ton. Itu mengindikasikan pasar menerima melon varietas baru produksi PT Tunas Agro Persada. Setelah pasar membutuhkan varietas baru, PT Tunas Agro Persada memproduksi massal benihnya. Itulah strategi pemasaran perusahaan yang berdiri pada 2001 itu.

Cipto baru akan merilis kirani sebagai varietas baru pada 2017. Namun, ia memperkenalkan melon itu di acara Hari Pangan Sedunia di Boyolali, Jawa Tengah, dan Fruit of Indonesia di Parkir Timur Senayan, Jakarta—keduanya pada November 2016. Pada ekshibisi itu 3—4 ton buah habis terjual dalam 1—2 hari. “Panitia sering menegur karena tidak ada lagi buah yang dipamerkan,” kata Cipto.

Dengan memperkenalkan buah terlebih dahulu, pemasaran benih lebih ringan karena masyarakat telah mengenal buahnya. PT Tunas Agro Persada sukses menguasai  pasar benih melon eksklusif hingga 50%. Namun, volume itu masih jauh dari produksi melon konvensional secara nasional sebesar 2,5—3 ton per tahun. Benih melon konvensional dikuasai oleh melon berjaring.

Menurut alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya itu permintaan benih melon konvensional kini turun. Sebaliknya, permintaan benih melon eksklusif meningkat dari tahun ke tahun. Banyak petani justru beralih ke benih melon premium. Musababnya keuntungan petani lebih besar. Dampaknya permintaan benih melon eksklusif semakin hari semakin bertambah.

Menurut Cipto pasar benih melon premium itu kurang dari 10% dari produksi benih melon nasional yang mencapai 2,5—3 ton per tahun. Benih melon berjaring masih menguasai pasar karena masyarakat lebih dahulu mengenalnya. Selain itu harganya murah dan daya tahan buah lebih lama sehingga pedagang memilihnya. Namun, seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat, permintaan buah melon eksklusif melonjak 5—7% per tahun.

Distributor ke produsen

PT Tunas Agro Persa

PT Tunas Agro Persada digawangi oleh Bobby Sasono Robin sebagai Direktur Utama, Cipto Legowo, dan Dwi Kartika M. Ghazalie sebagai Direktur Riset dan Produksi.

Hingga kini perusahaan berumur 14 tahun itu produksi beragam varietas, di antaranya melon 8 varietas, semangka (10), dan cabai (4). Tunas Agro juga memproduksi benih jagung manis, tomat, terung, kubis, caisim, mentimun, kacang panjang ungu, dan pepaya. Benih melon menjadi salah satu andalan Tunas Agro untuk meraup omzet. Sebanyak 30% omzet perusahaan itu berasal dari benih melon.

Benih semangka juga menjadi andalan Tunas Agro. Selain kedua komoditas itu, benih penyumbang laba Tunas Agro adalah cabai,  jagung manis, dan mentimun. Tiga tahun terakhir Tunas Agro memproduksi benih pepaya. Salah satu varietas cabai yang jadi andalan ialah jacko 99 karena tahan lama dan tidak cepat gembos. Jacko 99 pun tahan pengangkutan. Selain itu, ada varietas cabai legawa yang sangat produktif.

da lahir dari sebuah perusahaan distributor benih asal Taiwan, yaitu PT Tani Unggul Sarana, yang akhirnya menjelma menjadi perusahaan baru yang memproduksi beragam benih buah dan sayuran pada 2001.

Login

Select your currency
WhatsApp chat WhatsApp saya