Anggur Idola Baru

Anggur Idola Baru

Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) merilis dua varietas anggur baru, jestro ag-86 dan jestro ag-60. Nama jestro merujuk pada lembaga yang merilis Vitis vinifera anyar itu, yakni Balitjestro. Bentuk buah jestro ag-86 bundar, berkulit hijau kekuningan, dan berdaging krem transparan. Diameter buah jestro ag-86 mencapai 1,3—1,7 cm dengan bobot 2,85—5,52 gram per buah dan beraroma wangi.

Adapun bobot buah per dompol 150—500 gram. Kematangan buah dalam dompol lebih merata. Jestro ag-86 bercitarasa manis dengan kadar kemanisan hingga 22°briks, sedangkan kandungan asamnya 0,5%. Dalam 100 gram buah terkandung vitamin C sebanyak 5,16—12,32 mg. Varietas unggul itu tergolong genjah sebab dapat dipanen 95—100 hari setelah pangkas produksi. Anggur jenis lain misal varietas prabu bestari panen pada umur 120 hari. Potensi hasil mencapai 4,5—8 ton per hektar.

Sepanjang tahun
Menurut peneliti anggur di Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika, Anis Andrini SP MSi, dengan perawatan optimal, jestro ag-86 dapat berbuah pada musim hujan dan kemarau. Produksi rata-rata 9—16 kg per tanaman. Varietas baru lainnya adalah jestro ag-60 tak kalah istimewa. Koleksi andalan Balitjestro itu menjadi varietas baru setelah memperoleh Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 1754/Kpts/SR.120/120/2008.

“Jestro ag-60 merupakan jenis anggur idaman konsumen,” ujar Sukadi, kepala kebun Kebun Percobaan Banjarsari, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, biji dalam buah berbentuk agak lonjong itu tidak berkembang sempurna atau seedless. Saat ini, daya tarik buah-buahan tanpa biji memang sangat tinggi di pasaran misalnya semangka, jeruk, jambu biji, dan rambutan.

Jestro ag-60 mulai belajar berbunga 10—14 hari pascapangkas produksi. Sembilan puluh hari kemudian, buah siap petik. Jadi petani dapat memetik jestro ag-60 kira-kira 100 hari sejak pangkas produksi. Dompolan buah jestro ag-60 rapat dan berwarna ungu tua. Setiap dompol berisi 67—90 buah, berbobot 3 gram. Citarasa daging buahnya manis menyegarkan dan juicy. Kadar kemanisan 16—190 briks. Kandungan air dan asam dalam buah masing-masing 40—60% dan 0,58%. Sementara kadar vitamin C dalam 100 gram buah 10—20 mg.

Tingkat kerontokan buah masak tergolong rendah sehingga bobot buah terjaga sejak petik hingga pengemasan. Buah dapat disimpan selama 7—14 hari pascapanen pada suhu kamar. “Jestro ag-60 merupakan anggur introduksi dari Australia yang masuk ke tanahair pada 1985,” ujar Anis Andrini. Sementara itu jestro ag-80 hasil introduksi dari Roma, Italia, pada 1991. Di negara asalnya, varietas jestro ag-80 bernama muscato d’adda.

Antusiasme
Menurut Sukadi sebagian besar anggur yang dikoleksi Kebun Percobaan Banjarsari hasil introduksi dari berbagai negara. Di kebun seluas 4 ha itu dompolan-dompolan anggur bergelantungan memenuhi para-para kawat. Para petugas sibuk memanen buah ranum. “Kami memiliki 44 aksesi anggur dan selalu mengadakan beragam penelitian untuk mendapatkan jenis anggur berkualitas sehingga dapat dilepas menjadi varietas unggul,” ujar Anis Andrini.

Itulah sebabnya para periset di Balitjestro berupaya melahirkan anggur-anggur baru unggulan. “Kami bertugas untuk meneliti dan menguji potensi setiap jenis yang ada,” ujar Sukadi. Lembaga itu juga bersiap untuk merilis anggur baru lainnya, yakni jestro ag-45 dan jestro ag-5. Jestro ag- 45 bercitarasa masam manis dan agak juicy. Warna kulit buahnya ungu pekat dengan daging buah bertekstur renyah. Bentuk buah bulat telur. Bobot buah per dompol 295 gram. Calon varietas unggul itu juga merupakan hasil introduksi dari Australia pada 1986.

Sementara itu jestro ag-5 istimewa lantaran berpotensi sebagai bahan baku minuman seperti sirop, jus, dan wine. Cita rasa daging buahnya cenderung masam. Warna jus buahnya menarik yaitu merah keunguan dan beraroma tajam. Bentuk buah jestro ag-5 bulat agak lonjong. Warna kulit buah ungu kehitaman, sedangkan dagingnya bening dan bertekstur kenyal.

Kandungan air dalam buah 37—592% dengan kadar gula 18—20% dan masam 1,3—1,53%. Kualitas buah dapat bertahan hingga 1—2 pekan jika disimpan pada suhu 17—220C. Jestro ag-5 layak dikembangkan sebab memiliki kemampuan adaptasi luas. Calon varietas baru itu tumbuh baik di ketinggian 2—950 m di atas permukaan laut (m dpl). Dengan jarak 4 m x 5 m populasi mencapai 500 tanaman per hektar. Potensi hasilnya mencapai 4—7 ton per ha setahun.

Sebelum itu Balitjestro juga melepas varietas-varietas unggul seperti probolinggo super, kediri kuning, bali, probolinggo biru, dan prabu bestari. Kelima jenis itu berkembang dan ditanam oleh pekebun dan pehobi. “Antusiasme masyarakat terhadap budidaya anggur sangat tinggi,” ujar Anis. Kini Balitjestro kembali melepas varietas unggul baru yang siap menjadi idola para pecinta anggur yaitu jestro ag-86 dan jestro ag-60.

Login

WhatsApp chat WhatsApp saya